RSS

Perang Uhud

Setelah orang-orang kafir Quraisy menderita kekalahan di perang Badar, dengan terbunuhnya beberapa tokoh mereka dan sisanya tunggang-langgang melarikan diri kembali ke Makkah, dan Abu Sofyan tiba di Makkah dengan kafilah dagangnya, maka Abdullah bin Abi Rabi’ah, ‘Ikrimah bin Abi Jahal, Shafwan bin Umayyah serta beberapa tokoh Quraisy lain yang anak, bapak dan saudara-saudara mereka tewas menja-di korban dalam perang Badar, datang menemui Abu Sofyan lalu berbi-cara kepadanya dan kepada para pedagang Quraisy yang ikut bersama-nya: “Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah membi-nasakan kalian serta membunuh orang-orang terbaik kalian. Maka dari itu, bantulah kami dengan harta kalian itu untuk memeranginya. Mudah-mudahan kami dapat membalas dendam atas kematian orang-orang kita!” Abu Sofyan dan orang-orang yang bersamanya mengabulkan permintaan mereka itu.

Maka orang-orang kafir Quraisy sepakat memerangi Rasulullah صلی الله عليه وسلم, setelah Abu Sofyan dan pedagang-pedagang Quraisy lainnya setuju memberi bantuan kepada mereka dengan mengikut sertakan ahabisy (kabilah-kabilah Arab di luar kabilah Quraisy yang bergabung dengan orang-orang Quraisy) yang patuh kepada mereka, antara lain kabilah Kinaanah dan penduduk Tihaamah. Mereka juga menyertakan istri-istri mereka sebagai jaminan agar mereka tidak melarikan diri dari medan perang. Abu Sofyan yang bertindak sebagai komandan perang berangkat bersama istrinya, Hindun binti Utbah. Ikrimah bin Abi Jahal berangkat bersama istrinya, Ummu Hakim binti al-Harits bin Hisyam bin Mughirah. al-Harits bin Hisyam bin Mughirah berangkat bersama istrinya, Fathimah binti al-Walid bin al-Mughirah. Shafwan bin Umayyah berangkat bersama istrinya, Barzah binti Mas’ud ats-Tsaqafiyah. Dan ‘Amr bin al-‘Ash berangkat bersama istrinya, Biriithah binti Munabbih bin al-Hajjaj. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2011 in Shirah, Tarikh

 

Silsilah Ulama Ahlus Sunnah

Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
 
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” [HR.Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani]
 
Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda
 
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” [HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673] Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2011 in Shirah

 

Beberapa Kejadian Menjelang Perang Uhud

Perang Bani Sulaim di Al-Kudr

Tujuh hari setelah Rasulullah صلی الله عليه وسلم, tiba di Madinah dari perang Badar, beliau kembali keluar hendak menyerbu Bani Suleim (Beliau menunjuk Siba’ bin ‘Arfathah Al-Ghifari sebagai imam sementara di Madinah. Ada yang mengatakan: Ibnu Ummi Kaltsum). Sampailah beliau di salah satu mata air mereka bernama Al-Kudr. Beliau singgah di sana selama tiga hari kemudian kembali ke Madinah tanpa mendapat halangan yang berarti. Setelah itu, beliau menetap di Madinah pada bulan Syawal dan Dzulqa’dah, dalam dua bulan itu Rasulullah menyelesaikan urusan penebusan seluruh tawanan Quraisy. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2011 in Shirah, Tarikh

 

Peperangan Badar al-Kubra

Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم, mendengar berita kafilah Abu Sofyan yang baru kembali dari Syam bersama kafilah besar Quraisy yang membawa harta benda dan barang dagangan mereka. Jumlah anggota kafilah itu lebih kurang tiga puluh atau empat puluh orang Quraisy. Diantaranya adalah Makhramah bin Naufal dan Amru bin Al-Ash. Kaum muslimin pun keluar untuk menghadang mereka. Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkata, “Ini adalah kafilah Quraisy yang membawa harta melimpah, hadanglah mereka, mudah-mudahan Allah menganugerahi harta rampasan perang kepada kalian.” Maka orang-orangpun tergerak keluar. Ada yang merasa ringan dan yang merasa berat. Karena mereka tidak mengira bahwa Rasulullah akan mencetuskan peperangan. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2011 in Shirah, Tarikh

 

Peperangan Rasulullah صلی الله عليه وسلم

Peperangan Pertama 

Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم keluar untuk berperang dalam peperangan Waddan pada bulan Shafar yaitu kurang lebih dua belas bulan setelah beliau menetap di Madinah. Beliau keluar hingga tiba di Waddan. Peperangan ini disebut juga peperangan Al-Abwa’. Rasulullah hendak menye-rang kaum Quraisy dari Bani Dhamrah bin Bakar bin Abdi Manat bin Ki-nanah. Setibanya di sana pasukan Rasulullah disambut oleh Bani Dham-rah hingga Rasulullah kembali ke Madinah tanpa mendapat halangan apapun. Selanjutnya beliau menetap di sana hingga awal bulan Rabi’ul Awal.

Pasukan Ubaidah bin Al-Harits رضي الله عنه Sebagai Panji Pertama Dikibarkan Oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم

Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengutus Ubaidah bin al-Harits bin al-Muthalib bin Abdi Manaf bin Qushay bersama enam puluh atau delapan puluh pasukan berkuda. Seluruh pasukan berasal dari kaum Muhajirin, tidak ada seorang pun yang berasal dari kaum Anshar. Mereka berjalan hingga sampai di sebuah mata air di dataran rendah Tsaniyatul Marrah. Di sana mereka bertemu dengan sepasukan besar dari kaum Quraisy. Namun tidak terjadi pertempuran antara dua pasukan. Hanya saja Saad bin Abi Waqqash terkena lemparan panah. Itulah panah pertama yang dilepaskan kepada kaum muslimin dalam sejarah Islam. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2011 in Shirah, Tarikh

 

Khutbah Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan Piagam Madinah

Rasulullah صلی الله عليه وسلم memasuki kota Madinah pada bulan Rabi’ul Awal dan menetap di sana. Kemudian pada bulan Shafar tahun berikut beliau mem-bangun masjid dan tempat tinggal beliau. Lalu kaum Anshar yang merupakan penduduk asli kota Madinah berbondong-bondong masuk Islam sehingga tidak tersisa satu rumah pun melainkan penghuninya telah memeluk Islam. Kecuali beberapa kabilah seperti Khatmah, Waqif, Wail dan Umayyah, mereka adalah kabilah dari suku Aus. Mereka tetap bersikeras di atas kemusyrikan.

Khutbah pertama yang disampaikan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم menurut riwayat yang sampai kepadaku dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan aku berlindung kepada Allah dari mengada-ada atas nama Rasulullah- adalah beliau berdiri di hadapan mereka lalu mengucapkan hamdalah dan memuji Allah Ta’ala kemudian berkata: Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 1, 2011 in Shirah, Tarikh

 

Beberapa Hukum Dan Pelajaran Dari Peristiwa Hijrah Nabi صلی الله عليه وسلم Ke Madinah

Pada khuthbah yang disampaikan Rasulullah صلی الله عليه وسلم di hari penaklukan Mekkah dinyatakan bahwa “Tidak ada lagi hijrah setelah penaklukan Mekkah akan tetapi hanya ada jihad dan niat” (HR.Bukhari). Jadi hijrah dari Mekkah ke Madinah tidak lagi dihitung wajib sekalipun hukumnya tetap wajib dari negeri kafir ke negeri-negeri Islam hingga Hari Kiamat.

Hijrah ke Madinah disyari’atkan agar kaum Muslimin dapat dengan bebas beribadah kepada Rabb mereka dengan rasa aman, mendirikan pilar negara Islam dan menjaganya, untuk kemudian memperluas wilayah negara ini melalui dakwah kepada Allah. Sementara berhijrah setelah penaklukan Mekkah tidak begitu penting lagi karena eksistensi Islam sudah kuat dan kaum Muslimin sudah memiliki negara sehingga keberadaan kaum Muslimin di negeri mereka sendiri adalah lebih efektif untuk menjalankan syi’ar-syi’ar Islam dan menyebarkan ajarannya di seluruh pelosok negeri. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on April 1, 2011 in Shirah, Tarikh